ABSTRAK
Tipp-ex merupakan alat penutup tinta pada
kertas. Tetapi tipp-ex telah disalah gunakan untuk mencoret-coret bangku yang
ada disekolah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh
pihak sekolah seperti pelarangan membawa tipp-ex cair sampai penggunaan tiner
dan minyak pinus sebagai pembersih bangku untuk membersihkan tipp-ex. Penggunaan
zat-zat tersebut sebagai pembersih noda tipp-ex cukup memakan biaya yang besar.
Maka dari itu penulis melakukan percobaan untuk mencari alternatif penggganti tiner. Di sekitar lingkungan SMA Negri 2 terdapat
limbah kulit jeruk yang setiap hari dapat diperoleh dengan mudah melalui kantin sekolah. Oleh karena itu limbah tersebut menarik untuk digunakan sebagai
pengganti tiner, selain karena tidak memerlukan biaya mahal.
Dalam penelitian ini peneliti
ingin mengetahui jenis jeruk apakah yang paling efektif dalam menghapus noda
tipp-ex? Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas kulit jeruk untuk menghapus noda
tipp-ex.
Peneliti menggunakan metode
penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Malang. Penelitian
dilakukan dengan cara membagi meja kayu menjadi sembilan bagian. Setiap bagian dilapisi
dengan tipp-ex dengan ketebalan yang sama selama 24 jam.
Peneliti menggunkan stopwatch untuk mengukur kecepatan penghapusan tipp-ex. Kulit jeruk yang digunakan adalah kulit jeruk
peres, jeruk nipis, dan jeruk keprok. Kulit jeruk
bagian luar digosokkan ke meja yang telah diberi tipp-ex.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa kulit jeruk
mampu membersihkan meja dari coretan tipp ex. Berdasarkan hasil penelitian,
kulit jeruk peres lebih
cepat menghapus noda tipp-ex
dibandingkan dengan kulit jeruk nipis dan kulit jeruk keprok.
diseminarkan dalam seminar nasional "Konservasi Biodiversitas Lokal untuk Kemakmuran Masyarakat Indonesia Secara Berkelanjutan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar