Senin, 02 September 2013

Potensi Kulit Jeruk sebagai “Tipp-ex Remover” yang Ramah Lingkungan

ABSTRAK

Tipp-ex merupakan alat penutup tinta pada kertas. Tetapi tipp-ex telah disalah gunakan untuk mencoret-coret bangku yang ada disekolah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah seperti pelarangan membawa tipp-ex cair sampai penggunaan tiner dan minyak pinus sebagai pembersih bangku untuk membersihkan tipp-ex. Penggunaan zat-zat tersebut sebagai pembersih noda tipp-ex cukup memakan biaya yang besar. Maka dari itu penulis melakukan percobaan untuk mencari alternatif penggganti tiner. Di sekitar lingkungan SMA Negri 2 terdapat limbah kulit jeruk yang setiap hari dapat diperoleh dengan mudah melalui kantin sekolah. Oleh karena itu limbah tersebut menarik untuk digunakan sebagai pengganti tiner, selain karena  tidak memerlukan biaya mahal.
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui jenis jeruk apakah yang paling efektif dalam menghapus noda tipp-ex? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas kulit jeruk untuk menghapus noda tipp-ex.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan cara membagi meja kayu menjadi sembilan bagian. Setiap bagian dilapisi dengan tipp-ex dengan ketebalan yang sama selama 24 jam. Peneliti menggunkan stopwatch untuk mengukur kecepatan penghapusan tipp-ex. Kulit jeruk yang digunakan adalah kulit jeruk peres, jeruk nipis, dan jeruk keprok. Kulit jeruk bagian luar digosokkan ke meja yang telah diberi tipp-ex. 
Hasil penelitian disimpulkan bahwa kulit jeruk mampu membersihkan meja dari coretan tipp ex. Berdasarkan hasil penelitian, kulit jeruk peres lebih cepat menghapus noda tipp-ex dibandingkan dengan kulit jeruk nipis dan kulit jeruk keprok.

diseminarkan dalam seminar nasional "Konservasi Biodiversitas Lokal untuk Kemakmuran Masyarakat Indonesia Secara Berkelanjutan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar