Senin, 02 September 2013

BELUNTAS SEBAGAI PENGAWAT ALAMI YANG SEHAT DAN RAMAH LINGKUNGAN



Pluchea indica less as Preservative Natural Healthy and Eco-Friendly

Pluchea indica less is hed grows which are easy to get. Pluchea indica less leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins, essential oils, chlorogenik acid, sodium, potassium, aluminum, calcium, magnesium, and phosphorus. The aim of this study was to know the benefits Pluchea indica less leaves as a natural preservative.
The method used in this study is the experimental method. Pluchea indica less leaves extracted with 75% ethanol. To find out the effectiveness of three treatments used Pluchea indica less extracts. The first treatment used to know a given water, treatments both know that soaked with extracts Pluchea indica less, the last to know that that has been soaked with mashed Pluchea indica less.
Based on observations obtained results that knows a given water only lasted for one day, knowing that given the extract Pluchea indica less rot began to appear on the third day, while out with a fine Pluchea indica less started to rot on the second day. From these results it can be concluded that the extract may be an alternative Pluchea indica less preservatives

Key words: natural, Pluchea indica less, preservatives, eco-friendly

Pemberdayaan Ekstrakurikuler dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba oleh Pelajar



ABSTRAK

Kata Kunci: Penanggulangan, Penyalahgunaan, Narkoba, Pelajar

Pelajar sebagai remaja sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Karya tulis ini meneliti tentang penanggulangan penyalahgunaan narkoba oleh pelajar dengan pemberdayaan ekstrakurikuler di sekolah. Tujuan penulisan adalah mendeskripsikan pemberdayaan ekstrakurikuler di SMAN 2 Malang, mendeskripsikan penanggulangan penyalahgunaan narkoba oleh pelajar dengan pemberdayaan ekstrakurikuler di sekolah.
Penulisan karya tulis ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMAN 2 Malang dengan subjek penelitian seluruh ekstrakurikuler di SMAN 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan selama dan sesudah penelitian dilaksanakan. 
Kesimpulan dari penelitian adalah pemberdayaan ekstrakurikuler dapat dilakukan dengan dukungan dari sekolah. Sekolah tanggap terhadap kebutuhan siswa, memberikan pembina yang mampu memotivasi siswa, dan menyediakan fasilitas yang cukup. Pemberdayaan ekstrakurikuler juga dapat dijadikan sarana dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh remaja. Saran yang dapat diberikan penulis adalah sekolah hendaknya memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Siswa hendaknya aktif dalam kegiatan yang ada di sekolah

dipublikasikan dalam lomba karya tulis ilmiah regional jawa-bali "kenalakan remaja"

Potensi Kulit Jeruk sebagai “Tipp-ex Remover” yang Ramah Lingkungan

ABSTRAK

Tipp-ex merupakan alat penutup tinta pada kertas. Tetapi tipp-ex telah disalah gunakan untuk mencoret-coret bangku yang ada disekolah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah seperti pelarangan membawa tipp-ex cair sampai penggunaan tiner dan minyak pinus sebagai pembersih bangku untuk membersihkan tipp-ex. Penggunaan zat-zat tersebut sebagai pembersih noda tipp-ex cukup memakan biaya yang besar. Maka dari itu penulis melakukan percobaan untuk mencari alternatif penggganti tiner. Di sekitar lingkungan SMA Negri 2 terdapat limbah kulit jeruk yang setiap hari dapat diperoleh dengan mudah melalui kantin sekolah. Oleh karena itu limbah tersebut menarik untuk digunakan sebagai pengganti tiner, selain karena  tidak memerlukan biaya mahal.
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui jenis jeruk apakah yang paling efektif dalam menghapus noda tipp-ex? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas kulit jeruk untuk menghapus noda tipp-ex.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan cara membagi meja kayu menjadi sembilan bagian. Setiap bagian dilapisi dengan tipp-ex dengan ketebalan yang sama selama 24 jam. Peneliti menggunkan stopwatch untuk mengukur kecepatan penghapusan tipp-ex. Kulit jeruk yang digunakan adalah kulit jeruk peres, jeruk nipis, dan jeruk keprok. Kulit jeruk bagian luar digosokkan ke meja yang telah diberi tipp-ex. 
Hasil penelitian disimpulkan bahwa kulit jeruk mampu membersihkan meja dari coretan tipp ex. Berdasarkan hasil penelitian, kulit jeruk peres lebih cepat menghapus noda tipp-ex dibandingkan dengan kulit jeruk nipis dan kulit jeruk keprok.

diseminarkan dalam seminar nasional "Konservasi Biodiversitas Lokal untuk Kemakmuran Masyarakat Indonesia Secara Berkelanjutan"

Minggu, 30 Juni 2013

my dream



Mimpi......
Hidup penuh dengan impian, mimpi penuh dengan harapan. Impian yang memberikan kita semangat terus maju kedepan. Setiap orang mempunyai mimpi, begitu pula dengan ku. Mimpi yang mendorong ku untuk terus berkarya.
Sejanak aku telah melupakan mimpi itu, hanyut dalam nikmatnya dunia. Terlana dalam gemerlap dunia, berubah untuk bisa diterima. Namun semua itu hanya sementara. Terhempas jauh tak berdaya. Pikiranku mulai kacau tak tentu arah. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?.....pikiran negative dan positif saling beradu, memperebutkan posisi dalam otakku. Ingin rasanya aku berlari meninggalkan semua yang telah terjadi.
Merenung sendiri dalam sunyi. Berfikir keras untuk kembali bangkit.
Mimpi yang telah terlupakan kini kembali dalam benak dipikiran.

Menyusun ulang mimpi yang telah lama terlupakan. Satu-persatu menyusun rencana kembali kepada cita-cita.
Jangan pernah takut bermimpi, dari mimpilah kita mempunyai kekuatan untuk terus berjuang.
Gantungkan yang tinggi agar semua itu terjadi.
Jangan pernah lupakan mimpimu karena mimpimulah semangat hidupmu